Optimalisasi Kualitas Tridarma: LP3M Nobel Indonesia Gelar Workshop Coaching Clinic Proposal Hibah 2025
Kategori: - · 2025 03 19
Perguruan tinggi sejatinya adalah episentrum produksi ilmu pengetahuan dan agen transformasi sosial. Menyadari peran krusial tersebut, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia terus berupaya mengeskalasi kapasitas akademik para tenaga pendidiknya.
Langkah strategis ini kembali diwujudkan melalui Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) yang bersinergi dengan program Selasi 2.0, dengan menyelenggarakan agenda akademik bertajuk Workshop Coaching Clinic. Mengusung tema "Proposal Hibah Penelitian & Pengabdian Tahun Anggaran 2025", kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai forum diskusi searah, melainkan sebagai ruang inkubasi. Tujuannya adalah mengkurasi dan mempertajam gagasan riset sivitas akademika agar memenuhi standar kelayakan dan kompetisi pendanaan tingkat nasional.
Agenda pendampingan akademik ini akan dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Maret 2025, bertempat di Ruangan 401, Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia.
Guna memastikan efektivitas luaran kegiatan, LP3M menghadirkan Dr. Yusriadi, M.Si. sebagai narasumber utama. Dalam tradisi akademik, kualitas sebuah proposal hibah sangat bergantung pada ketajaman rumusan masalah, kebaruan (novelty), koherensi metodologi, hingga rasionalisasi anggaran. Kehadiran Dr. Yusriadi diharapkan mampu memberikan tinjauan teknis serta bedah anatomi proposal secara komprehensif kepada para dosen.
Langkah progresif yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) ini merupakan respons taktis Nobel Indonesia terhadap dinamika pendidikan tinggi saat ini. Fungsi diseminasi ilmiah dalam lembaga ini penegas komitmen kampus; bahwa luaran riset dan pengabdian tidak boleh hanya berujung pada laporan administratif, melainkan harus terdiseminasi melalui jurnal ilmiah bereputasi dan memberikan dampak nyata (hilirisasi) bagi masyarakat.
Melalui coaching clinic yang intensif ini, diharapkan akan terjadi lonjakan produktivitas karya ilmiah dari sivitas akademika. Meningkatnya persentase proposal yang didanai pada Tahun Anggaran 2025 nantinya akan menjadi katalisator penting dalam memperkokoh akreditasi dan marwah Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.